The Nekad Traveler : A true path is not follows a plan

Berada di Papua adalah sebuah keberuntungan pribadi bagi saya. Saat ini saya bekerja di salah satu LSM Internasional, dan berkesempatan dapat melayani di wilayah Keerom Jayapura. Sebelumnya saya telah mencari tahu tempat apa saja yang wajib dikunjungi di pulau paling timur Indonesia ini. Salah satunya adalah Wamena. Papua memang terkenal dengan pantai-pantainya yang indah dan kekayaan dasar lautnya yang indah. Namun Wamena menyajikan sesuatu yang berbeda. Wamena merupakan sebuah lembah yang terkenal dengan nama Lembah Baliem.


Banyak sekali kejadian-kejadian tak terduga yang saya dan seorang teman alami selama perjalanan. Jauh hari kami telah membeli tiket untuk penerbangan ke Wamena. Kejadian dimulai pagi hari sekitar pukul 8 WIT, Kami menunggu lama sekali, hingga akhirnya sempat berbincang-bincang dengan beberapa pace asal Wamena bernama Paul yang juga hendak pergi ke Wamena serta seorang turis asing bernama Mark warga negara Belanda. Setelah cukup lama menunggu, baru diinformasikan bahwa ternyata pesawat di delay karena mengalami kerusakan. Sehingga penerbangan ditunda hingga esok pagi. Kontan kami sangat kesal, karena sudah menunggu cukup lama dan tidak mendapat kompensasi apapun dari pihak maskapai penerbangan. Hal ini ternyata sudah biasa terjadi di Papua. Sehingga kami berdua juga tidak dapat menuntut apapun.
Hingga akhirnya kami merefund tiket tanpa mempersiapkan dahulu perencanaan selanjutnya. Setelah proses refund barulah kita mencari alternatif tujuanlain, yaitu ke Sorong. Namun ternyata penerbangan di Papua tidaklah sama dengan di Jawa yang bisa setiap harinya. Tujuan ke Sorong baru ada 2 hari lagi, sehingga tidak mungkin kalau kita menunggu hingga hari itu. Kami mencri akaluntuk mencari laternatif lain, dengan harapan dengan jasa travel agen kami bisa mendapatkan tiket penerbangan entah kemanapun. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Wamena. Kami membeli tiket lagi ke Wamena dan sedihnya ternyata tiket sudah habis. Ada seorang teman yang pernah memiliki pengalaman kehabisan tiket dan dia akhirnya naik pesawat Herkules. Melihat tidak ada lagi harapan kami memutuskan untuk naik pesawat Herkules. Sebelumnya kita harus meminta surat keterangan dari kepolisian supaya dapat ijin untuk naik pesawat tersebut.
Kami baru dapat melanjutkan perjalanan keesokan harinya pukul 9 pagi. Sehingga mau tidak mau kita harus mencari penginapan karena tidak mungkin untuk kembali ke Keerom. Sesampainya di hotel kami beristirahat karena seharian menunggu penerbangan yang tak kunjung tiba, dan putar-putar kesana kemari tanpa hasil untuk mendapatkan tiket penerbangan. Malamnya kami berjalan-jalan keluar hotel untuk menghilangkan jenuh. Dalam perjalanan kami bertemu dengan Mark, dan Paul. Tidak menyangka juga kami tinggal di penginapan yang sama. Akhirnya setelah makan malam, kami memutuskan untuk berkumpul dan berbincang bersama. Mark mentraktir kita semua bir. Obrolan malam yang sangat menyenangkan. Mark tidak dapat berbahasa Indonesia dan Paul tidak dapat berbahasa Inggris, dan mereka berkomunikasi dengan gesture yang sangat lucu. Mark terkejut kalau Paul tidak suka minum bir. Karena hampir semua orang Papua lokal suka minum bir. Paul mengatakan bahwa ia lebih suka minum softdrink. Kontan Mark tertawa karena menurutnya hal ini sangat lucu, ditambah dengan gaya berbicara Paul yang dibuat aksen kebule-bulean. I love this moment.
Keesokan harinya, kami menuju AURI untuk menunggu penerbangan Herkules ke Wamena pukul 9. Sesampainya, ternyata diinformasikan pesawat baru akan berangkat pukul 1 siang. Yah sudah biasa kita dengan budaya seperti ini. Jadi sudah hilang juga rasa untuk kesal dan marah. Akhirnya kita pergi mencari makan di luar sembari menunggu pemberangkatan pukul 1. Di tengah jalan, ada seorang pace yang sedang mabuk, dia mendekati kami dan nampak ekspresinya yang setengah marah. Jelas kita merasa takut dan kawatir, karena di daerah yang kami lewati itu sangat sepi. Akhirnya kami berhasil menghindari pace tersebut, namun nampak dia memungut batu dan hendak melemparkan ke arah kami. Untung sajalah kita sudah cukup jauh dari pace tersebut.
Kejadian-kejadian unik yang terkadang tidak terpikirkan terjadi, mewarnai liburan kami saat itu. Memang bisa dibilang kita tidak merencanakan dengan baik liburan kami ini. Dan tidak juga terpikirkan untuk plan B nya apabila plan A tidak berjalan. Namun, inilah yang kita sadari menarik untuk disharingkan.
Dan ternyata tidak hanya sampai disini sajalah, kita menghadapi hal-hal aneh ini. Pukul 1 siang tiba, dan pihak penerbangan memanggil kami semua. Kami pikir bahwa penumpang hendak bersiap-siap untuk penerbangan ini. Ternyata oh ternyata, beliau mengatakan penerbangan dibatalkan karena ada keterlambatan kedatangan penerbangan dari Merauke. Tanpa mendengar penjelasannya lebih lanjut, kami langsung meninggalkan tempat tersebut. Kesal sekali dalam perjalanan itu, dan sudah habis ide kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.
Tiba-tiba ada dua orang pace yang menghampiri kita dan mengatakan ada penerbangan ari maskapai lain. Dan akan berangkat sekitar setengah jam lagi. Kontan kita langsung semangat kembali, dan bergegas menuju bandara. Sesampainya di bandara kita langsung menuju loket untuk membeli tiket. Dan, tiket masih tersisa 2. Tidak tahu juga harus bilang apa, mungkin ini sebuah kebetulan atau memang kita sedang beruntung hari itu. Senang rasanya akhirnya kita mendapat tiket dan tinggal menunggu penerbangan ke Wamena.
Refleksi saya pribadi adalah, terkadang kita perlu merencanakan segala sesuatunya apabila kita ingin semua berjalan dengan lancar. Persiapkan plan A dan plan B untuk mengantisipasi kendala di salah satunya. Namun, berdasarkan pengalaman pribadi ini, terkadang kita tidak membutuhkan perencanaan untuk mendapatkan tantangan dan kejutan-kejutan yang terkadang tidak kita sadari. Memang tidak menyenangkan kita menunggu, tapi dibalik itu ada hal-hal yang tidak kita pikirkan bisa terjadi. It’s fun .

Advertisements

3 responses

  1. benar2 perjalanan yang sangat menyenangkan.pengen ikutan mel 😀

  2. hayukkk sant..hehehhe kamu udah kemana aja neh disana?

  3. Welcome to the gorki park… mantab reportase perjalanannya… lanjutkan :-bd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: