Keindahan Papua vs Indigeneous Attitude

Photograph by Abdul Kholiq

Pertama kali saya datang ke Papua, saya sangat terkesima dengan pemandangan danau Sentani (dari atas pesawat maupun dari sepanjang sisi jalan danau Sentani). Sebelum berangkat ke Papua, banyak teman maupun keluarga yang menasihati untuk selalu berhati-hati dalam berinteraksi dengan penduduk lokal. Semula saya tidak terlalu ambil pusing karena menurut saya, ketika kita baik dengan mereka maka mereka juga akan baik dengan kita.

Sampai akhirnya saya ada pengalaman buruk dengan mereka. Ketika itu waktu pergi bersama 5 orang teman untuk jalan-jalan ke Pasir 4 di daerah Angkasa. Kita berjalan kaki untuk menuju tempat tersebut, karena tracknya yang tidak memungkinkan untuk kita pergi dengan menggunakan kendaraan. Jalanan yang kita lalui sangat extreem dan sedikit susah dilalui. Ditambah lagi saya menggunkan alas kaki yang tidak support untuk berjalan di jalanan seperti itu.

Setelah melewati daerah itu, sampai juga akhrnya kita di pantai pasir 4 sekitar pukul 4 sore. Kita menempuh perjalanan sekitar 55 menit. Dalam perjalanan kita ditemani oleh beberapa anak lokal setempat yang memberitahu kita arah jalan yang menuju pantai tersebut. Sesampainya di pantai kita langsung berlari ke arah laut untuk bermain air. Suasana yang tidak terlalu panas, dan dikelilingi tebing tersebut sangat indah. Menyenangkan sekali bermain air dengan ombak yang tidak terlalu besar ditemani dengan anak-anak lokal setempat yang sangat welcome dengan kita.

Namun, tidak lama setelah itu, datang 3 orang dengan memegang parang dan menggunakan topeng engambil semua barang kita. Mereka mengancam kita untuk tidak mendekat. Kita yang kaget melihat hal itu tidak bisa berbuat apapun. Setelah mereka pergi dengan semua barang kita, kita langsung meninggalkan tempat tersebut untuk pulang menuju tempat parkir mobil, karena melihat kondisi sudah tidak aman lagi. Dua teman memutuskan untuk bertemu dengan salah seorang tokoh agama setempat untuk meminta tolong. Sementara mereka bertemu denga bapak pendeta, kami berempat kembali ke mobil yang kita parkir dan menunggu mereka disana.

Hingga akhirnya kedua teman kembali dan mengatakan bahwa bapak pendeta bersedia membantu untuk berbicara dengan pelaku. Mengingat pelakunya juga warga daerah setempat. Akhirnya kita pulang berjalan kaki tanpa membawa barang apapun, karena kunci mobil juga ada dalam tas yang mereka bawa.

Satu jam, dua jam, akhirnya ada kabar dari bapak pendeta, bahwa ada beberapa barang yang berhasil ditemukan. Beberapa teman pergi kesana untuk mengambil. Hanya saja hanya sebagian barang saja yang berhasil ditemukan. Untuk uang, handphone sudah tidak bisa diharapkan kembali. Yang terpenting beberapa barang yang menurut kita masih berguna sudah berhasil dikembalikan.

Memang kita tidak bisa mengeneralisir bahwa semua orang Papua memiliki sifat yang sama. Karena melalui kejadian ini ada dua tipe indigeneous yang berbeda. Satu hal yang bisa menjadi penilaian saya adalah, kurangnya sikap tegas dari pemerintah maupun petugas keamanan setempat untuk mengatasi hal ini. Ini bukan yang pertama terjadi di wilayah yang sama, melainkan sudah berulang-ulang kali. Namun tetap saja tidak ada upaya untuk menindak hal tersebut.

Sangat disayangkan keindahan alam yang sangat potensial untuk pariwisata tidak diimbangi dengan aspek keamanan bagi pengujung. Papua sangat terkenal dengan pantai yang indah, dan masih alami. Namun, siapa yang mau mengunjungi tempat tersebut apabila secara keamanan tidak terjamin. Tidak hanya di daerah yang kami kunjungi saja, melainkan ada beberapa tempat yang masih dalam kawasan yang sama, yaitu berada di daerah Angkasa, Jayapura.

Saya pernah membaca sebuah artikel mengenai perbandingan antara pariwisata Indonesia dengan pariwisata Malaysia. Secara kekayaan alam dan kekayaan budaya kita jauh lebih unggul. Namun Malaysia memiliki point of selling dalam hal hospitality. Ini yang masih perlu menjadi concern kita untuk tetap meningkatkan fasilitas pariwisata kita, mengingat kejadian yang saya alami baru-baru ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: