The Power of Environment

Image

Photograph by Abdul Kholiq

Muncul beberapa ketakutan terkait konflik dan kekerasan yang ada disini. Selama hampir setahun di Papua ada banyak pengalaman menarik yang saya pelajari dari masyaraat, dan anak pada umumnya. Mungkin pengalaman yang ingin saya bagikan ini bukan berkaitan dengan pengalaman dalam pekerjaan di ADP. Namun, lebih kepada pengalaman yang saya alami ketika sedang berlibur di salah satu pantai di Papua.

Waktu itu hari Sabtu sekitar pukul 4 sore, saya dan keempat teman saya berencana untuk berlibur ke salah satu pantai di daerah Angkasa, Jayapura. Disamping memang teman saya berecana untuk survey pemotretan.

Berhubung tempat yang kami kunjungi tidak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor, maka kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan ada beberapa anak lokal yang meminta untuk ikut dalam perjalanan dan membantu kita untuk menuju ke tempat tersebut. Dan dengan senang hati kami menerima mereka untuk bergabung dalam perjalanan.

Anak-anak nampak senang ketika dalam perjalanan, kita berfoto bersama dan berceritera banyak. Mereka banyak berceritera kepada kami tentang bagaimana sekolah mereka, tentang bagaimana pantai-pantai disana, dan banyak hal tentang kehidupan mereka. Senang mendengar mereka berceritera. Nampak kepolosan dan sikap lugu mereka. Terkadang saya berpikir, bahwa mereka tidak menunjukkan sikap takut atau curiga terhadap orang yang baru mereka kenal.

Tidak lama setelah itu, ada kejadian dimana 3 orang bertopeng menghampiri kita dan meminta semua barang bawaan kita. Mau tidak mau kita hanya bisa pasrah menyerahkan semua barang bawaan kita, melihat mereka membawa parang yang besar dan tidak ragu-ragu membunuh kita. Setelah mereka pergi kami semua langsung kembali untuk meninggalkan tempat tersebut. Anak-anak yang tadinya bermain dengan kamipun juga ketakutan dan pergi meninggalkan tempat tersebut bersama dengan kami.

Setelah merasa berada di tempat yang aman, saya dan kedua teman saya ditemani anak-anak tersebut menunggu kedua teman yang sedang meminta pertolongan kepala kampung. Menurut informasi anak-anak tersebut pelakunya adalah warga setempat.

Tidak penting bagaimana akhir permasalahan ini. Hanya yang menjadi pembelajaran disini adalah tentang bagaimana anak adalah aset yang sangat penting kita jaga. Dimana mereka tinggal, dilingkungan apa mereka tinggal, mereka adalah mahkluk yang sangat retan untuk bisa terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak mereka dan masa depan mereka. Mengingat pelaku perampokan tersebut adalah usia remaja yang juga tinggal di wilayah tersebut.

Advertisements

One response

  1. setuju, anak adalah aset, dan tugas kita adl menciptakan lingkungan yang ramah anak,
    keep fighting there !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: