Sekilas Catatan Perjalanan ke Wakatobi Part 2 (Wanci-Tomia)

Tomiaaaaaaaaaaa

Tomiaaaaaaaaaaa

Hari kedua . . .  Perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai. Hari ini kita berencana ke pulau Tomia, salah satu dari 4 pulau di Wakatobi. Banyak yang merekomendasikan Tomia sebagai tempat yang bagus untuk diving. Setelah Fred searching informasi mengenai Tomia, dan juga informasi mengenai dive center yang ada disana, dan akhirnya ketemu juga. Meskipun ada sedikit informasi yang membuat kita ragu karena ada kemungkinan dive centernya sudah bubar.

Perjalanan dimulai di pagi hari. Dengan supir taksi yang sama, dia mengantar kami ke pelabuhan Jabal. Jangan dibayangkan pelabuhan ini pelabuhan yang besar dengan banyak kapal berlabuh dipinggiran. Pelabuhan ini berada satu kawasan dengan pemukiman suku Bajo. Kita bisa melihat juga aktivitas mereka secara langsung. Sebelum lanjut, tahu kan suku Bajo? Oke sedikit penjelasan. Suku Bajo adalah suku yang bisa diibaratkan tidak dapat hidup tanpa laut. Mereka tinggal di rumah-rumah panggung di atas air. Dan transportasi utama mereka adalah sampan/kapal. Yang unik dari suku ini adalah mereka memiliki kemampuan luar biasa dalam hal mencari ikan. Seorang diver profesional kadang hanya mampu menyelam tanpa alat bantu selama maksimal 5 menit. Suku Bajo mencari ikan di dalam air tanpa menggunakan alat bantu pernapasan. Mereka bisa tahan selama 15-30 menit di dalam air, dan hanya dengan bantuan kaca mata air saja.

Kapal kami dengan pemandangan perumahan suku Bajo

Kapal kami dengan pemandangan perumahan suku Bajo

Salah seorang penduduk Bajo sedang berktivitas dengan sampan

Seorang penduduk Bajo sedang berktivitas dengan sampan

 

 

 

 

 

Kalau mau mengenal lebih jauh, mungkin bisa menonton film “The Mirror Never Lies” film ini banyak bercerita mengenai kehidupan suku Bajo, kearifan lokal mereka dan juga keindahan alam Wakatobi. Sekedar informasi, film Indonesia ini banyak meraih penghargaan dari dunia internasional. Yang terbaru adalah penghargaan sebagai film anak terbaik di kawasan Asia Pasifik, dalam kategori Best Children Feature Film.

Kembali ke catatan perjalanan saya. Sesampai di pelabuhan kami harus menunggu sekitar 2 jam dimana kapal baru berangkat jam 10 pag. Karena masih banyak waktu menunggu, kami berfoto-foto, dan bersapa ria dengan penduduk lokal yang juga akan pulang ke kampung mereka di Tomia. Dan ternyata mereka semua mengenal dive operator yang sudah kita hubungi. Kebetulan dive operator yang sudah kami hubungi, dr. Yudi, adalah dokter PTT di Tomia, jadi wajar hampir satu pulau mungkin kenal semua.

Anggap aja dermaga pelabuhan

Anggap aja dermaga pelabuhan

Sambil menunggu kapal berangkat, ada seorang anak kecil yang membawa beberapa gulungan yang dibungkus koran. Ternyata itu adalah nasi bambu, begitu orang lokal menyebutnya. Penasaran, didesak beberapa warga lokal untuk mencoba dan kebetulan tadi pagi hanya sarapan roti satu potong, maka akhirnya saya mencoba. Sepertinya satu bambu ini cukup untuk berempat, karena cukup panjang. Sayang tidak ada lauk yang bisa dimakan bersama si nasi bambu ini. Rasanya gurih dan hampir sama seperti nasi lemang kalau di Medan.

nasi bambu

nasi bambu

Selama waktu menunggu inilah, kami bertemu dengan dua orang backpacker dari Yogyakarta, yang juga akan ke Tomia. Pertemuan dengan mereka yang tidak disangka-sangka bisa menjadi travel mate selama liburan ini.  Akhirnya kapal jalan juga. Penumpang tidak terlalu penuh sehingga kami bisa menguasai satu tempat duduk untuk meluruskan kaki, dan tidur. Perjalanan ditempuh sekitar 3 jam dengan speedboat kecil.

DIta dan Bayu di dalam kapal

DIta dan Bayu di dalam kapal

Sampai juga kita di pelabuhan Usuku. Sebelumnya saat hampir berlabuh, speedboat membawa kita sekilas mengelilingi pulau Tomia. Salah seorang bapak menunjukkan kita ke satu arah dimana ada resort di Tomia yang dimiliki bule bernama Laurent, namanya Wakatobi Dive Resort. Dan resort ini juga merupakan salah satu dive center selain dr. Yudi. Namun harganya mahal sekali. Sekilas mengenai Laurent. Sesampai di pelabuhan kita lanjut ke penginapan Abi Jaya dengan ojek. Kedua backpacker yang kita temui di pelabuhan juga memutuskan ikut dengan kami karena mereka belum memiliki rencana sama sekali. Ohya, saya lupa mengenalkan mereka, Bayu dan Dita, couple dari Yogyakarta. Untuk sampai ke penginapan ditempuh kurang lebih 20 menit. Pertama dibayangan saya, tempatnya ala kadarnya, banyak nyamuk, dan mungkin kurang hygenis. Tapi ternyata… tempatnya luas, bersih, rapi, dan bisa dibilang kamar hotelnya standar bintang 2 (kamarnya aja ya).

Welcome Tomia

Welcome Tomia

Tetapi kami belum bisa masuk kamar, karena harus menunggu dr. Yudi dulu untuk konfirm kamarnya. Baiklah… kami duduk-duduk di gazebo sambil makan popmie dan minum kopi. Suasana sekitar sangat sepi sekali. Rasanya tenang sekali berada di tempat itu. Tidak lama dr. Yudi datang, dan setelah berkenalan dan lain sebagainya dia mengatakan bahwa setelah makan siang kita langsung diving 1 spot. Baiklah dokter!!!

Let’s Diveeeeeeeeee …. !!!

Spot pertama yang kita kunjungi adalah Table Coral City. Kami berjalan kaki menuju pelabuhan Waha, yang hanya berjarak tempuh sekitar 3 menit dari penginapan. Diberi nama demikian karena di spot dive ini banyak terdapat gugusan coral yang sangat luas dan padat yang bertumpuk-tumpuk dan menyerupai meja besar. Disini banyak sekali ikan, namun saking banyaknya ketika difoto hasilnya malah mengganggu sekali, karena saking banyaknya.  Here is some snapshoot J

Coral

Coral

Tabel Coral City

Tabel Coral City

Table Coral City

Table Coral City

table coral city

table coral city

Fish everywhere

Fish everywhere

table coral city

table coral city

it's meeee

it’s meeee

table coral city

table coral city

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selesai diving. Saatnya istirahat. Lanjut besok lagi 🙂

Rincian budget hari ini :

  1. Naik mobil ke pelabuhan : IDR 30.000 (kalau mau naik ojek sekitar IDR 10.000)
  2. Speedboat ke Tomia : IDR 120.000
  3. Ojek dari pelabuhan ke penginapan : IDR 20.000
  4. Paket diving 3 kali + penginapan 2 malam (AC) + makan 3 kali : IDR 1.800.000

PS :

  1. Kalau mau paket snorkling juga bisa, dengan paket serupa : IDR 1.150.000
  2. Penting membawa kopi dan snack-snack ringan
  3. Apabila untuk paket diving mau kamar yang non-AC biaya hanya selisih sedikit saja : IDR 1.750.000
Advertisements

17 responses

  1. #BlogWalking

    Hai there, suka deh ama blog nya, informatif dan entertaining. TFS juga mengenai Wakatobi, kebetulan lagi perlu 🙂

  2. Sama-sama 🙂 senang bisa berbagi…kabarin aja kalau mau kesana terutama di tomianya, biar dibantu untuk channelnya

  3. Terima kasih infonya, kebetulan saya sekeluarga berencana mau ke Tomia bulan Juni ini untuk liburan.

  4. infonya menarik sekali. Saya rencana mau kesana juga bulan oktober. kalo sewa kapal buat hoping island selama sehari bisa gak ya? kalo ada kontaknya lebih baik lagi 🙂

    1. terimakasih…kalai sewa kapal saya kurang tahu deh..coba hub dokter yudi saja..soalnya kemarin sudah satu pakt dengan divingnya. happy holiday yah 🙂

  5. Hey Melyafindi,
    Blognya langsung aku catet2x infonya semuaaa.. hehehe.. I might call Dr. Yudi in a minute. 🙂 Lagi di Bau-Bau nih nunggu kapal kayu malam untuk ke Wanci, besoknya mungkin baru ke Tomia / nyoba nginep di Patuno (Wanci) dulu.. Thanks for sharing!

    1. sama-sama 🙂 have fun yah, salam buat dokter yudi

  6. Wiene Dewi Toorisnawati | Reply

    Firsta jd nginep di Pantuno? kami nginep semalem di Pantuno, no kmr 1, yg plg dkt ke cafe, n malem2 dikunjungi ular saja, rupanya ularnya mau berkenalan dg mai hehehheheh

  7. kemarin ga nginep disana? kita cari yang murah-murah 😀 wuihh serem aja..saking tenangnya seh ya, ular pun betah disana hehehehhe

  8. Yang pengen tau tentang informasi wakatobi bisa langsung hub kontak kami yah.thanks ditunggu kedatangan anda

  9. marietta prita | Reply

    itu rincian dana nya per orang atau udah dua orang? terimakasih 🙂

    1. itu untuk per orangnya mbak 🙂

  10. Mbak kenapa jalur pulangnya tidak sama dengan jalur berangkat. Kenapa harus lewat bau bau. Makasih infonya

    1. Kebetulan saya belum pernah ke bau bau, dan ada temen yang rekomendasikan kalau tempat ini bagus. Suka bgt bau bau…kotanya tenang bgt

  11. Hi…..boleh minta nomor dr. Yudi?

    1. Coba langsung di instagramnya saja yudi_tomiascuba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: