Bahagia itu sederhana …

Keceriaan anak-anak saat merayakan Paskah makin sumringah dengan kehadiran Yosemina, Mama Yosemina, Pak Yusuf dan Kakak WVI.

??????????

Dalam rangka memperingati wafat Kristus, hampir seluruh  gereja di Papua menyelenggarakan kegiatan kemping Paskah. Kegiatan ini memiliki makna dimana kita, terutama anak-anak diajak untuk dapat merasakan penderitaan Kristus di kayu salib. Kalau biasanya mereka tidur di rumah dengan kasur yang empuk dan hangat, maka dalam kegiatan kemping Paskah ini, anak-anak diajak untuk bisa meninggalkan hal-hal tersebut dan membaur dengan sesamanya.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Dalam tiga hari itu anak-anak akan tinggal di dalam tenda. Ada beragam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak panitia gereja. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, WVI juga mengisi sebuah kegiatan, yaitu sosialisasi sponsorship.

??????????

Ada yang berbeda dari kegiatan sosialisasi sponsorship kali ini. Dimana yang menyampaikan sosialisasi bukanlah kakak-kakak WVI, melainkan lewat aneka boneka. Boneka-boneka tersebut kita beri nama sesuai dengan nama-nama yang familiar bagi mereka. Adapun informasi terkait sponsorship yang diberikan juga tidak seperti dalam forum diskusi, melainkan mengambil salah satu kasus yang diangkat menjadi sebuah cerita yang dimainkan oleh para boneka.

??????????

Dalam pementasan ini, kami mengambil sebuah tema yang sering muncul ketika melakukan kegiatan sponsorship, yaitu sulitnya anak untuk difoto. Cerita dimulai ketika Yosemina (RC) akan difoto untuk proses APR oleh pak Yusuf (kader). Namun, dalam prosesnya Yosemina lari-lari dan bahkan mama Yosemina (ibunya) menolak dengan dalih WVI ingin  menjual  anak.  Sebagai kader, Pak Yusuf merupakan perpanjangan tangan WVI di lapangan yang membantu memberikan pengarahan sebisanya. Nantinya Pak Willy sebagai fasilitator lapangan datang memberikan pengarahan yang lebih detail terkait dengan mengapa anak harus difoto untuk proses APR.

Anak-anak serius memperhatikan dan terhibur. Sengaja diberikan nama-nama yang familiar di tengah-tengah mereka agar pesan yang diberikan juga mudah diperoleh anak-anak. Ketika cerita panggung boneka selesai, para boneka tetap mengajak anak-anak untuk saling berinteraksi terkait dengan cerita yang telah disampaikan. Boneka pak Willy menanyakan kembali mengapa anak harus difoto, dan anak-anak saling berebut untuk menjawab.

Salah satu anak bernama  Bimantara (9) menyatakan “senang, karena bonekanya lucu”. Dia juga menambahkan bahwa anak WVI difoto supaya sponsornya mengetahui bagaimana keberadaan anak-anaknya.

??????????

Sebagai anak yang terdaftar menjadi wakil anak sponsor WVI, sangatlah penting mengetahui hal-hal terkait dasar sponsorship. Permasalahan usia dan tingkat pemahaman terkadang menjadi kendala dalam menyampaikan pesan. Mengingat anak-anak usia TK dan SD tidaklah mudah menangkap pesan yang disampaikan sebagaimana menyampaikan pesan kepada anak-anak usia remaja. Untuk itulah perlu kreativitas agar pesan yang sama bisa diterima semua anak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: