Taka Bonerate, Potensi Wisata yang Terkuak

Empat jam perjalanan darat menuju Pelabuhan Bira, dua setengah jam perjalanan laut menuju Pelabuhan Panatata, Selayar, tiga jam perjalanan menuju Selayar bagian selatan melalui darat, dan empat jam perjalanan ke Pulau Tinabo melalui laut dengan speed boat. Hampir satu hari perjalanan, akhirnya sampailah kita di Taka Bonerate, tepatnya di Pulau Tinabo. Sebenarnya perjalanan jauh ini dapat disiasati menggunakan pesawat yang hanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam menuju Kota Benteng di Selayar. Namun, permasalahannya adalah penerbangan menuju Selayar tidak dilakukan setiap hari, dan proses pembelian tidak dapat dilakukan dengan sistem online. Tiket juga dapat dibeli melalui agen travel, hanya saja tidak semua agen travel yang menjualnya. Hal ini dirasa cukup mempersulit bagi pengunjung yang berasal dari luar kota maupun luar pulau.

10385565_10203210017626068_2259102005919087481_n

Kami tiba di pulau Tinabo sekitar pukul 9 malam. Sehingga tidak ada hal lain yang dapat dilakukan selain beristirahat mengingat perjalanan jauh yang baru dilalui. Pulau Tinabo merupakan sebuah pulau kecil yang hanya diperuntukan bagi pengunjung yang ingin berlibur di Taka Bonerate. Pulau ini berada di bawah kontrol Departemen Kehutanan. Resort pulau Tinabo ini hanya memiliki beberapa kamar saja. Mengingat kami berkunjung saat musim libur, sehingga ada beberapa pengunjung juga yang datang pada hari itu. Dengan luas pulau yang masih memadai untuk mendirikan beberapa cottage, agak disayangkan apabila tidak diwujudkan. Hal ini mengingat Taka Bonerate sedang menjadi salah satu primadona pariwisata di Sulawesi Selatan. Bahkan baru-baru ini baru diselenggarakan Sail Taka Bonerate 2014.

Taka Bonerate merupakan sebuah kawasan kepulauan yang indah. Hampir pulau-pulau yang ada jarang terjamah oleh pengunjung dan masih sangat alami. Keindahan alam menjadi salah satu hal yang membuat saya bangga menjadi orang Indonesia, diluar gambaran pemerintahannya yang carut marut.

Kami berencana menghabiskan waktu 2 hari di Taka Bonerate. Hari pertama saya dan suami menghabiskan waktu dengan diving, snorkeling, bermain cano, dan bekeliling pulau. Kami berkunjung saat musim angin barat, sehingga ombak sedang sangat tidak bersahabat untuk bermain air. Saat terjun ke laut sangat terasa badan kita terombang ambing oleh ombak. Namun ketika sudah masuk ke dalam air, air menjadi lebih tenang. Pak Ronald dan Bang Acca menemani kita selama diving. Beragam warna-warni karang serta spesiesnya dapat kita jumpai di sana. Ada nuddy branch, hiu, school fish, giant travelli, teripang, sea fan, penyu dan masih banyak lagi.

 10580049_10203210015666019_5311882985727387543_n

Di Pulau Tinabo, kita juga bisa bermain cano. Melihat beberapa anak kecil yang sedang asyik bermain cano, membuat saya dan suami juga ingin mencobanya. Seusai anak-anak tersebut selesai, mulailah giliran kami. Bermain cano tidak semudah yang dibayangkan. Mengingat kita harus pandai menjaga keseimbangan antara kanan dan kiri.

10547630_10203210020066129_6209317059898829413_n

Menjelang sore sebelum matahari terbenam, pak Ronald mengajak kami memberi makan bayi hiu. Makanan yang diberikan adalah ikan-ikan yang masih berdarah. Baru sebentar saja daging ikan itu dimasukkan ke air, nampak belasan hiu langsung menyerbu. Awalnya agak serem , melihat belasan hiu berada disekeliling kita. Kata pak Ronald, bayi hiu ini akan selalu datang di pulau ini, namun setelah dewasa dia akan berenang ke air yang lebih dalam. Pak Ronald juga mengajak kita mengunjungi penangkaran penyu yang ada di pulau ini. Nampak ada sekitar 20-an penyu yang masih kecil berada di penangkaran. Dan ketika sudah agak besar, maka penyu tersebut akan dilepaskan ke laut. Pengunjung pun juga memiliki kesempatan apabila ingin melepaskan penyu. Seperti Aty, juara kontes dangdut yang diselenggarakan Indosiar. Sehari sebelum kami tiba, Aty dan crew Indosiar tiba untuk menghibur penduduk Taka Bonerate. Dan pada kesempatan ini, Aty yang juga duta Selayar berkesempatan untuk menanam pohon serta melepaskan penyu ke habitatnya di laut.

10478676_10203210022826198_7146516773502473243_n

10301182_10203210021386162_2048571595255702424_n

Menjelang sunset, kami bersiap-siap untuk mengabadikannya. Berada di sebuah pulau terpencil, dengan air laut yang biru, pasir putih lembut, dan sunset yang luar biasa cantik menjadi penutup hari yang sempurna. Saya berasa berada di sebuah pantai pribadi. What a luxury holiday!

10532352_10203210017226058_2369407183834205941_n

Malamnya kami duduk-duduk di gazebo bersama Pak Ronald, Bang Acca, dan beberapa bapak kapal. Kami merayakan ulang tahun Bang Acca yang ternyata tepat hari itu berulang tahun. Banyak hal yang ia ceritakan, hingga tak terasa sudah pukul 1 pagi. Mengingat kami akan berangkat kembali besok pagi, maka kami pamit untuk masuk ke kamar.

Perjalanan pulang tidak terlalu lama seperti saat berangkat. Hal ini dikarenakan arus laut searah dengan tujuan kami. Sebelum menuju Selayar, kami sempat singgah di sebuah pulau penduduk lokal, yang juga pulau tempat bapak kapal tinggal. Disana kami berkeliling pulau dan rumah-rumah penduduk dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Di rumah bapak kapal kami disuguhi air kelapa muda dengan gula jawa. Rasa kekeluargaan dan kenyamanan yang seringkali tidak saya temukan di kehidupan saya sehari-hari.

Taka Bonerate menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Hanya, infrastruktur yang ada terkadang menjadi sebuah hambatan bagi pengunjung untuk pergi kesana. Memang merupakan sebuah pengorbanan untuk bisa sampai ke tempat ini, dan sebuah kepuasan saat tiba. Namun, tidak semua orang mau memiliki effort besar untuk pergi ke tempat tersebut. Saya pribadi berharap, semoga pengembangan infrastruktur juga dapat mendukung dalam promosi wisata di Taka Bonerate.

10387604_10203210022626193_3574026898541084357_n

Advertisements

4 responses

  1. Impian aku banget nih bisa sampai Taka Bonerate, baru sampai Wakatobi dan rasanya pengen lanjutin terus ! 🙂

  2. hayukk mbak, bagus disana. asal pas aja waktunya supaya bisa menikmati…karena perjalanannya dr selayar ke tinabo cukup jauh….

  3. menarik sekali, saya berkeingian ke Taka Bonerate. sudah coba-coba cari belum nemu nih mbak, ada beberapa hal yg saya mau tanya : 1. kalau naik pesawat, turun di bandara di P.Selayar, dari bandara ke pelabuhan yg menuju Tinabo pakai apa? berapa jam?
    2. Speedboat Selayar ke Tinabo dan sebaliknya, apa ada setiap saat? berapa jam tarifnya?
    thanks

    1. Hallo mbak atik, iya harus dicoba :D. dan pastikan cuaca mendukung ya. kalau naik pesawat nanti akan turun di kota benteng (pulau selayar), kemudian lanjut jalan darat dengan mobil sekitar 1,5-2 jam menuju pelabuhan di bagian selatan pulau selayar. disana lanjut dengan kapal spead sekitar 4 jam. dan diusahakan rame2, supaya lebih hemat untuk patungan membayar kapal. kalau mau info guide hubungi bang acca, di facebook namanya acca daeng patta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: