Yuk ke Rammang Rammang, Sulawesi Selatan

Rammang Rammang kini mulai menjadi salah satu destinasi yang dilirik di Sulawesi Selatan. Bagi kalangan backpacker yang senang berkunjung ke daerah yang anti mainstream, pasti tahu daerah yang satu ini. Rammang Rammang merupakan satu dari tiga kawasan karts dengan keragaman perpaduan geodiversity, biodiversity dan cultural diversity terbesar di dunia setelah Cina dan Vietnam. Patutlah kita bangga karena kita memiliki sebuah kawasan karts yang sangat jarang di temukan di belahan dunia lain dan cukup di akui. Namun, kondisi ini cukup ironis dengan keberadaan sebuah pabrik semen di sekitarnya. Gugusan pegunungan karst ini berada di Dusun Rammang Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan. Untuk mencapai lokasi ini, kita membutuhkan waktu sekitar 60 menit dari kota Makassar. Wilayah ini hampir mencapai 43 hektare.

Presentation6

Rammang Rammang dirasa sebuah lokasi wisata yang cukup unik, mengingat sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, utamanya daerah sekitar Makassar terkenal dengan pantai dan sunsetnya yang cantik. Kita akan diajak menyusuri aliran sungai dengan spead kecil. Pegunungan karst berwarna hitam menjadi pemandangan yang kita lihat selama menyusuri sungai. Dari dermaga Rammang Rammang, kita akan dibawa menyusuri sungai selama kurang lebih 20 menit. Konon katanya, pada musim-musim tertentu, air sungai akan nampak berwarna sangat jernih dan juga kekuningan.

Presentation3

Di wilayah ini terdapat gua-gua yang dulunya merupakan bekas tempat tinggal manusia purba ribuan tahun lalu. Hal ini seperti diungkapkan sejumlah peneliti geologi dan arkeologi nasional maupun internasional yang pernah melakukan penelitian di kawasan tersebut. Aliran sungai yang membawa kami menuju Rammang Rammang ini semakin lengkap dengan hamparan persawahan dan rumah panggung milik penduduk. Sewaktu kita kesana, hanya ada 15 rumah panggung, dan belum adanya aliran listrik ke desa ini.

Presentation5

Sayangnya, sewaktu kita kesana, sedang musim kering. Sehingga perlu diperhatikan apabila akan berkunjung kesana tepat saat musim tanam padi. Tapi kondisi ini tidak mengurangi keindahan pemandangan yang ditawarkan. Sesampainya di desa Berua, kami melepas penat sejenak di bale-bale. Suasananya sangat tenang, jauh dari kebisingan perkotaan. Untuk menuju gua, kami dipandu oleh Citra, anak lokal yang juga biasa mengantar tamu. Menurut cerita penduduk setempat, di gunung itu terdapat tapak tangan dari orang dahulu. Gua ini tidak seperti yang kita bayangkan bahwa kita harus masuk ke dalamnya. Kita hanya dibawa sampai di pinggiran gua saja. Citra menunjukkan telapak tangan yang dimaksudkan. Nampak tapak tangan berwarna merah, hanya yang sedikit aneh yang satu hanya tiga jari dan satunya 5 jari. Namun Citra maupun penduduk setempat tidak memberikan alasan yang lebih detail mengenai telapak tangan tersebut.

Tidak lama kami berkunjung ke desa ini. Mengingat waktu sudah pukul setengah 5 dan hampir gelap. Sepanjang perjalanan pulang, kami ditemani dengan sinar matahari yang akan tenggelam. Pemandangan yang luar biasa cantik.

Presentation1

Berkunjung ke banyak wilayah membuat saya semakin mengenal besarnya potensi wisata yang dimiliki oleh Indonesia. Hanya saja, kendala infrastruktur masih menjadi tantangan yang seakan belum juga terpecahkan. Rammang Rammang menjadi salah satu contohnya. Citra tur guide kecil kita bercerita, bahwa setiap pagi dia pergi ke sekolah, maka dia harus menggunakan perahu yang dimiliki oleh ayahnya. Saya hanya membayangkan apabila sedang musim hujan dan arus sungai yang besar. Apakah hal tersebut memungkinkan? Berkunjung ke banyak wilayah dengan beragam tantangannya membuat saya semakin kagum dengan ketangguhan mereka dalam bertahan hidup di tengah tantangan, dalam hal ini tantangan geografis.

Note : foto-fotonya kurang lengkap, mengingat ada kendala teknis sehingga banyak foto dari HP yang hilang dan belum terbacked up. Semoga foto yang ada ini bisa menggambarkan keindahan Rammang Rammang

Advertisements

2 responses

  1. perahu nya itu mesti order sebelumnya ya kalo mau dateng? atau emang selalu ada setiap saat?

    1. perahunya stand by di dermaga kok. tidak perlu order, bisa langsung saat kita sampai karena ada beberapa. satu kali pakai 150.000, cuma kemarin kita kena 200.000 karena weekend mungkin ya. tapi rata2 150.000 pp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: