Menelusuri Samosir Hingga ke Tele

Liburan akhir tahun 2014 lalu, saya dan suami pulang ke kampung halaman suami di Medan. Ini merupakan kali kedua saya berkunjung ke Medan. Awal saya ke Medan tahun 2012 hanya menyempatkan waktu sekitar 3 hari, sehingga tidak sempat mengeksplore banyak tempat di Medan dan sekitarnya. Kebalikan dengan liburan kali ini, lebih dari 2 minggu kami berlibur, sehingga banyak rencana kami susun untuk mengeksplore Sumatera Utara. Tujuan utama kami adalah Samosir, yang terletak di tengah-tengah Danau Toba. Pulau Samosir terletak di wilayah Kabupaten Samosir yang baru dimekarkan pada tahun 2003 dari bekas Kabupaten Toba-Samosir.

Samosir merupakan sebuah pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Hal ini menjadi salah satu daya tarik pengunjung melihat keindahan pulau ini. Di Samosir, salah satu daya tarik wisatawan adalah patung Si Gale-Gale yang terletak di pusat konsentrasi turis, yaitu Tomok. Sayang perjalanan ini kita tidak menyempatkan berkunjung dan menginap di Tuktuk, dimana pengunjung yang berlibur ke Samosir mayoritas akan menginap disini.

Untuk menuju ke pulau ini, ada dua jalur yang bisa ditempuh dari Medan. Pertama dari Parapat yang dilanjutkan dengan menyebrang menggunakan kapal feri. Kedua melalui darat dengan jalur Pangururan (Tele). Kami memutuskan untuk berangkat dengan rute pertama dan kembali dengan rute kedua. Namun, jarak tempuh kembali ke Medan melalui Tele menghabiskan waktu sekitar 6 jam perjalanan, lebih lama 2 jam dari rute pertama.

Si Gale-Gale

Salah satu daya tarik wisatawan ini merupakan sebuah patung yang bisa menari. Dulunya, patung Si Gale-Gale diyakini bisa menari sendiri dengan kekuatan magis. Konon ceritanya patung ini dulunya dibuat warga Uluan menyerupai Manggalae, putra Raja Rahat untuk memberikan penghiburan kepada Raja Rahat karena kehilangan puteranya yang meninggal saat berperang. Datu Manggatas kemudian akan mengundang roh Manggalae untuk masuk kedalam patung tersebut agar patung tersebut dapat bergerak seperti manusia. Hal ini dilakukan agar mengobati rasa rindu Raja Rahat kepada puteranya.

Hingga akhirnya setiap Raja Rahat merasa rindu kepada puteranya, tepat saat bulan purnama tiba, Raja Rahat, Datu Manggatas, dan warga Uluan berkumpul untuk melakukan pemanggilan roh. Datu Manggatas mengisyaratkan pada Pargonci untuk memainkan Gondang Sabangunan yang diikuti tiupan alat musik Sordam. Kemudian ia melakukan ritualnya dalam melakukan pemanggilan roh hingga akhirnya patung tersebut bergerak. Patung ini tidak hanya bergerak, namun dia manortor (gerakan menari Tor-Tor) bersama sang Datu. Datu menjemput Raja untuk ikut manortor bersama patung Manggalae. Patung ini dinamai Si Gale-Gale karena gerakannya yang lemah dan tak bertenaga.

1

Upacara ini dilakukan hingga sang raja meninggal dunia. Kini semenjak muncul beragam keyakinan, upacara ini sudah tidak diperbolehkan untuk dilakukan. Sehingga untuk tetap dapat mengenalkan budaya mengenai Si Gale-Gale, pengunjung tetap dapat manortor bersama Si Gale-Gale yang digerakkan oleh manusia.

Indahnya Samosir Hingga ke Tele

Untuk menyusuri Pulau Samosir kami membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam hingga akhir sampai ke Tele. Selama menyusuri jalanan di Pulau Samosir, saya membayangkan sedang berada disebuah tempat yang sangat eksotis. Dimana di satu sisi adalah Danau Toba dengan bukit-bukit yang mengitarinya, dan disisi lain adalah pemukiman penduduk dengan perbukitan hijaunya. Hanya kata indah yang bisa menggambarkan keseluruhan pemandangan pulau ini.

3

Suhu udara di daerah ini cukup dingin, namun terasa sejuk. Disini juga banyak tempat pemandian air panas dengan nuansa outdoor. Hanya saja kami tidak sempat kesana karena mesti melanjutkan perjalanan ke Medan. Di daerah Tele, pemandangan yang kami lihat adalah jalanan berkelok-kelok dengan perbukitan dan danau ditengahnya. Indah sekali.

Kami juga menyempatkan untuk mampir di Menara Pandang Tele. Dengan tiket masuk 10.000 rupiah, kami disuguhkan pemandangan yang menawan.

2

Perjalanan kali ini mampu menutup tahun ini dengan penuh rasa syukur. kami masih diberi kesempatan menyaksikan pemandangan luar biasa yang dimiliki Indonesia. Hanya saja infrastruktur penunjang masih kurang maksimal, untuk mendorong kunjungan wisatawan. Inilah yang masih menjadi PR pemerintah, dan tentu saja kita semua, untuk menciptakan pariwisata yang tak hanya sekedar indah, namun juga aman dan nyaman.

Advertisements

One response

  1. Promooooo.. Rental mobil Mulai dari Rp. 250.000
    Klik http://www.medanstarrentacar.com
    The best rental cars in Medan
    Medan Star Car Rental|Rent Cars,Sewa Mobil Medan
    Medan Star Rent A Car, Jasa Sewa mobil(Rental mobil) di Medan
    http://medanstarrentacar.com/
    HUBUNGI 0852-6283-1660
    0852-9700-0264

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: