Mengajak Anak Untuk Peduli Akan Pentingnya Menjaga Kebersihan Telinga

Anak adalah pribadi yang unik. Mereka berbeda dengan orang dewasa yang tahu akan benar-salah, iya-tidak. Namun ia adalah sosok pribadi yang berada dalam masa pertumbuhan baik secara fisik, mental dan intelektual. Pada bulan April-Mei 2013 silam, ADP Keerom mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak dampingan WVI. Sama halnya dengan kegiatan yang telah diselenggarakan tahun lalu, ADP Keerom bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab Keerom, dan Puskesmas setempat menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada anak-anak.

“Dorthea (12), salah seorang wakl anak dampingan WVI mengalami kondisi dimana telinganya bernanah. Dokter menyatakan bahwa ada beberapa kemungkinan bahwa Dorthea jarang membersihkan telinganya ataupun karena faktor higienitas. Sehingga disarankan untuk melakukan follow up ke dokter THT”.

Dorthea adalah salah satu contoh, karena dari hasil temuan yang diberikan dokter ada beberapa anak dengan kondisi serupa. Hal ini muncul, karena salah satu objek pemeriksaan yang dilakukan adalah memastikan kebersihan telinga anak-anak.

Masalah kebersihan telinga masih menjadi suatu hal yang tidak dianggap penting oleh anak-anak dan masyarakat sebagai orangtua. Menindaklanjuti hasil temuan ini, ADP Keerom bersama dengan Puskesmas setempat melakukan kegiatan sosialisasi akan pentingnya menjaga kebersihan telinga. Adapun sosialisasi ini ditujukkan bagi anak-anak SD di semua wilayah dampingan WVI.

Dokter tidak hanya memberikan arahan kepada anak-anak akan pentingnya menjaga kebersihan telinga, tapi juga menjelaskan bagaimana cara membersihkan telinga dengan benar. Dibeberapa tempat dokter juga mempraktekaan secara langsung dengan membantu beberapa anak untuk membersihkan telinganya. Di salah satu SD tepatnya di distrik Arso, dokter sempat mengutarakan sebuah pertanyaan kepada anak-anak “siapa disini yang masih membersihkan telinga dengan rumput atau lidi?” Tidak disangka masih ada beberapa anak yang tunjuk jari.

Dokter kemudian menjelaskan kembali bahwa membersihkan telinga yang benar adalah dengan menggunakan korek telinga (cutton bud). Lebih lanjut dokter menjelaskan bahwa akan berbeda caranya apabila kotoran telinga anak-anak sudah mengeras. Mereka harus datang ke Puskesmas untuk mendapatkan obat tetes guna melunakkan kotoran telinga, atau bisa juga dengan meneteskan air mineral steril dan didiamkan setelah 3 hari. Kemudian setelah tiga hari tersebut, anak-anak bisa membersihkannya dengan korek telinga.

Diakhir kegiatan, anak-anak diberikan satu bungkus cutton bud. Hal ini bertujuan agar anak-anak mengetahui alat membersihkan telinga yang benar dan steril adalah dengan alat tersebut. Diharapkan anak-anak tidak lagi membersihkan telinganya dengan mengunakan lidi ataupun rumput yang tidak higienis.

Menjaga kebersihan telinga terkadang menjadi hal sepele yang tidak dianggap suatu hal yang penting bagi kebanyakan masyarakat. Melihat kondisi ini, diharapkan anak-anak terlebih orang tua lebih peduli akan pentingnya menjaga kebersihan telinga. Peran penting orangtua sangatlah diharapkan, sebagai pihak yang memiliki wewenang penuh dalam memastikan kondisi kesehatan anak-anaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: