Backpacker Guide: Menyesap Kopi di Anjungan Pantai Apparalang, Sulawesi Selatan

Berkunjung ke Pantai Appalarang, Bulukumba, Sulawesi Selatan saya langsung disambut  hamparan tebing memanjang yang megah. Appalarang adalah sebuah pantai yang tidak memiliki pesisir.

Sebagai sebuah destinasi yang terbilang baru, pasti muncul beragam pertanyaan. Simak ulasan berikut ya, saya ingin berbagi pengalaman selama berkunjung ke Appalarang di Bulukumba.

Bagaimana menuju Appalarang?

Dari Makassar membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 4 jam untuk tiba di Appalarang. Patokan utama untuk menuju lokasi ini dari jalan utama adalah SMK 6 di bagian kiri jalan. Dari sini kita hanya perlu terus berjalan lurus menyusuri jalan menuju Desa Ara. Belum banyak papan petunjuk jalan yang memberikan informasi mengenai arah menuju Appalarang sehingga bertanya kepada penduduk setempat adalah solusi utama.

Ada beberapa ruas jalan yang terbilang sempit untuk bisa dilalui dua mobil, ini juga yang menjadi salah satu alasan banyak pengunjung yang memilih menggunakan sepeda motor untuk berkunjung ke Appalarang.

Berapa biaya untuk ke sana?

Tidak membutuhkan biaya yang besar untuk berkunjung ke Appalarang. Biaya yang saya habiskan berempat bahkan tidak sampai Rp 300.000,-. Biaya ini hanya digunakan untuk mengisi bensin, membayar uang parkir, dan makan di lokasi. Apabila ingin meminjam pelampung, akan dikenakan biaya tambahan. Menuju tempat ini pun tidak harus dengan mobil. Selama saya di sana, banyak rombongan yang konvoi dengan sepeda motor. Mungkin ini bisa menjadi alternatif seru dan pastinya lebih hemat untuk menuju tempat ini.

Tips : makanan yang dijual masih sebatas makanan instan dan snack ringan, serta belum banyak pilihan menunya. Sehingga membawa bekal makanan sendiri bisa menjadi pilihan.

Bagaimana dengan penginapannya?

Di Appalarang belum tersedia penginapan yang dibangun oleh penduduk lokal. Sehingga bagi pengunjung yang ingin bermalam dapat mendirikan tenda atau bisa juga tidur di gazebo-gazebo yang disediakan dengan membawasleeping bag.

Saat saya berkunjung ada beberapa rombongan yang bermalam di sana. Mereka membawa peralatan lengkap yang dibutuhkan selama bermalam di Appalarang. Pasalnya, fasilitas di Appalarang masih sangat terbatas, sehingga bagi kita yang ingin bermalam pastikan barang-barang yang dibawa sesuai kebutuhan. Selain itu juga, mempersiapkan persediaan makanan yang cukup banyak menjadi hal utama karena saat malam hari tidak ada pedagang yang berjualan di area tersebut.

Apa yang bisa dilakukan di Appalarang?

Berenang

Air laut yang biru kehijauan nampak begitu menarik untuk segera terjun ke dalamnya. Memang tidak banyak coral dan ikan yang bisa dijumpai seperti di Pulau Liukang dan Pulau Kambing di Tanjung Bira. Di Appalarang air laut yang jernih, membuat pengunjung tertarik untuk sekedar berenang dan bermain air. Kita juga bisa memacu adrenalin dengan langsung terjun dari atas tebing, asal ombak tidak sedang tinggi. Bisa juga terjun melalui anjungan kayu.

Di salah satu sudut ada tangga yang cukup curam apabila pengunjung ingin langsung turun ke air. Sayang sekali waktu berkunjung ke sana, cuaca sedang mendung. Jadi pastikan kita berkunjung saat cuaca sedang cerah agar puas berenang dan bermain air di Appalarang.

Memancing

Cara tepat bagi kamu yang suka menikmati laut dengan tenang. Sewaktu saya ke Appalarang, ada beberapa pengunjung yang lengkap dengan alat pancingnya. Mereka duduk santai di anjungan dengan kail masing-masing. Beberapa nampak terkantuk terterpa angin laut.

Bagi para mancing mania, karena tidak ada penduduk lokal yang menjual umpan maupun penyewaan alat pancing, lebih baik mempersiapkannya terlebih dahulu dari rumah.

Berfoto ria

Kamu bisa bilang ini kativitas mainstream, aktivitas yang satu ini tetap menjadi yang utama bagi pengunjung yang berlibur ke pantai. Berfoto dengan pemandangan alam merupakan salah satu hal menarik yang bisa dilakukan di pantai. Terlebih di Appalarang, pemandangan tebing megah disepanjang pantai menjadi daya tarik tersendiri. Saat itu saya bahkan harus mengantri untuk berfoto di salah satu spot yang paling menarik –berfoto di spot ini seperti kamu dikelilingi benteng alam dan ombak sebagai pemanisnya.

Bersantai di anjungan

Ini favorit saya. Saya dan tiga orang teman sangat menikmati duduk-duduk di anjungan sambil bercerita. Angin laut dan suara ombak terasa sangat dekat dengan kami. Sesekali kami sesap kopi hangat yang kami beli di atas. Apa lagi yang lebih nikmat dari menyesap kopi di tengah suasana alam terbuka?

***

Kata siapa pantia tak berpesisir tak menarik? Semua kembali pada diri kita untuk mencari cara menikmati setiap detik perjalanan. Tentu masih ada banyak hal yang dapat dilakukan di sini, tergantung bagaimana kreativitas kita menyusun sebuah aktivitas untuk menikmati keindahan alam di Appalarang. Biaya yang masih sangat terjangkau juga bisa menjadi pilihan bagi pengunjung yang hanya ingin berakhir pekan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Siapkan ranselmu dan berkunjunglah ke Appalarang, Bulukumba, Sulawesi Selatan!

 

Artikel ini pertama kali dipublish di  http://phinemo.com/backpacker-guide-menyesap-kopi-di-anjungan-pantai-appalarang-sulawesi-selatan/

Advertisements

One response

  1. jadi pengen kesana kak, btw gag ada foto pantainya kah 😀

    salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: