Pengalaman Seru Semi-Backpackeran ala Open Trip

Traveling tidak melulu hanya sebatas pada tempat yang indah, namun pengalaman dalam berinteraksi dengan orang yang kita jumpai terkadang jauh lebih berharga.

Istilah open trip atau trip gabungan tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita yang memiliki hobi traveling. Open trip biasanya dikelola melalui jasa tour travel maupun perorangan yang terbuka untuk umum. Pada judul di atas saya katakan sebagai semi-backpacker karena open trip tidak sepenuhnya backpacker. Dalam tulisan ini saya akan membagikan pengalaman menarik yang saya alami dalam menggunakan open trip untuk traveling kali ini.

cropped-mg_2321.jpg

So here it goes, tujuan open trip kami yang pertama adalah mengunjungi Anak Gunung Krakatau di Sumatra Selatan. Saya dan suami mengunjungi tempat ini saat long weekend di bulan September lalu. Inilah yang menjadi salah satu kelebihan open trip, mereka kebanyakan mengatur waktu perjalanan saat long weekend tiba.

Kami berkumpul di Pelabuhan Merak Banten pada pukul 23.00 malam. Ternyata peminat perjalanan ini cukup banyak, ada sekitar 30-40 orang, dan mereka pun berasal dari beberapa kelompok. Dan di pelabuhan, ternyata ada banyak kelompok perjalanan selain jasa open trip yang kami gunakan. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Bakauheni, Lampung menggunakan Kapal Feri sekitar 3-4 jam. Ini pertama kalinya saya kembali menggunakan kapal feri sejak tahun 2004 silam. Banyak perubahan yang terjadi terlebih pada kebersihan dan kenyamanan penumpang.

Sesampai di Bakauheni, perjalanan kamipun masih panjang, kami harus melakukan perjalanan darat ke tempat penyebrangan ke Pulau Sabesi, dan dilanjutkan dengan speed boat selama 3-4 jam. Cukup melelahkan memang, namun semua ini terbayar dengan keseruan perjalanan ini. Jadi apa såja yang menarik liburan dengan open trip?

Bertemu Rekan Perjalanan Yang Seru

Dari beberapa informasi yang saya baca, perjalanan open trip biasanya lebih dari 10 orang. Namun perjalanan kami ini bisa dibilang “kelebihan muatan” karena hampir mencapai 40 orang. Mayoritas rekan perjalanan kami juga sesama pekerja yang menggunakan long weekend ini untuk berlibur.

Konon katanya ‘tak kenal maka tak sayang’ maka kami pun saling berkenalan satu sama lain. Suami saya berkenalan dengan salah seorang yang ternyata juga mengenal orang yang sama. Hal-hal semacam inilah yang terkadang membuat kami menjadi mudah akrab dan menikmati perjalanan ini. Ini yang kemudian menjadi bonus liburan kami, sepulang dari liburan ini kami memiliki teman-teman baru yang hingga saat ini masih saling berkomunikasi.

Semua Sudah Diatur oleh Tour Leader

Perjalanan ini dikatakan semi-backpacker karena secara keseluruhan kebutuhan kami dipersiapkan oleh tour leader. Mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kebutuhan snorkeling, serta rute tujuan perjalanan. Meskipun demikian tetap dapat dikatakan sebagai backpacker karena menggunakan budget minim dalam menikmati setiap detail perjalanan. Tour leader-lah yang mengatur semua kebutuhan kami, bisa dibilang kami ‘terima beres’.

Secara sistem, open trip juga dikatakan sebagai share-cost ala backpacker. Hanya yang membedakan biasanya tour leader tidak mengambil keuntungan karena ia juga merupakan bagian dalam tim perjalanan tersebut.

Berinteraksi Dengan Penduduk Setempat

Dalam perjalanan ini, kami berkesempatan menginap di rumah-rumah penduduk yang menyewakan rumahnya untuk mengakomodasi kebutuhan para traveler. Kamipun dibagi menjadi empat kelompok, mengingat tidak ada rumah yang mampu mengakomodir jumlah kami.

Selama menginap kami juga berinteraksi dengan warga setempat. Kebetulan di rumah tempat kami menginap memiliki bale-bale di depan rumah yang bisa digunakan untuk duduk santai dan bercerita antar sesama warga. Tour Leader kami membawa ukulele, alat musik petik sejenis gitar yang berukuran kecil, kami pun menyanyi bersama yang semakin menambah keakraban.

Biaya Lebih Murah

Sempat disinggung di atas, bahwa open trip menggunakan sistema cost-sharing, sehingga biaya yang kami keluarkan untuk perjalanan inipun relatif lebih murah karena dibagi dengan sejumlah orang yang turut serta dalam perjalanan ini.

Secara keseluruhan saya dan suami sangat menikmati perjalanan ini. Tidak saja bisa menikmati keindahan alam Indonesia seperti biasa namun juga mendapat pengalaman seru bersama teman-teman baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: