5,000 Lampion Di Hari Raya Waisak 2016

Minggu lalu umat Budha merayakan hari besar keagamaan, yaitu Waisak di Candi Borobudur, Magelang. Perayaan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini tak hanya dihadiri oleh para umat Budha dari seluruh penjuru negeri namun juga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. 
Bagi saya, mengunjungi Candi Borobudur saat perayaan Waisak bukanlah kali pertama. Sewaktu saya masih kecil mama selalu mengajak saya dan adik-adik saya untuk melihat perayaan Hari Raya Waisak. Pasalnya rumah saya hanya sekitar 10 menit untuk sampai ke Candi Borobudur. Namun dulu belum ada event penerbangan lampion seperti saat ini yang kerap menjadi daya tarik wisatawan.

Sesampai di parkiran area Manohara, nampak para turis dengan dresscode putih-putih berlalu lalang memadati area pelaksanaan peringatan Waisak. Mereka nampak bingung karena papan penunjuk jalan maupun informasi menuju tempat pelaksanaan sangat minim, bahkan petugas yang berada di sekitar pun juga nampak bingung ketika ditanya lokasi penerbangan lampion. Hingga akhirnya ada petugas keamanan yang berjaga yang dapat memberikan informasi bahwa pelaksanaan penerbangan lampion akan diselenggarakan di lokasi Gunadharma.

Kami tiba pukul setengah 7 malam dan langsung menuju lokasi penerbangan lampion setelah mendapat informasi dari petugas keamanan tersebut. Namun karena waktu masih lama, saya, mama dan adik-adik berjalan-jalan menuju area pelaksanaan prosesi seremonial Dharmasanti di Taman Lumbini yang dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla.

Belum juga tiba di Taman Lumbini, hujan deras tiba. Akhirnya kami lebih memilih untuk berteduh hingga hujan reda. Rupanya hujan cukup lama hingga mendekati waktu penerbangan lampion. Akhirnya kami pun memilik kembali ke lokasi Gunadharma dan menunggu. Gunadharma merupakan lapangan besar yang agak jauh dari area candi Borobudur. Dari sini pun kita bisa melihat puncak candi ketika malam hari.


Ritual Penerbangan Lampion

Ritual penerbangan lampion memiliki makna menghilangan kegelapan agar harapan, doa dan cita-cita yang kita tuliskan dalam lampion tersebut dapat terkabul seiring dengan terbangnya lampion ke angkasa.

Semula saya mengira acara penerbangan lampion ini diselenggarakan langsung pada prosesi penerbangan lampion, namun ternyata kita juga diajak mengikuti ritual keagamaan Budha dengan pembacaan parita-parita suci serta meditasi yang dipimpin oleh Bhikkhu Sri Panyavaro Mahathera. Jujur ini kali pertama saya mengikuti meditasi dan susah sekali untuk fokus. Namun suasana yang tenang dan syahdu membawa saya terhanyut dalam suasana magis tersebut.

5,000 Wishes In The Sky

Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Penerbangan lampion ini merupakan ritual puncak dalam peringatan Waisak. Kami diminta bergabung bersama beberapa orang dalam menerbangkan lampion, mengingat ukuran lampion yang cukup besar dan tidak mungkin untuk menerbangannya sendiri.

Masing-masing kelompok mendapat tiga kali jatah menerbangkan lampion. Namun kami mendapat tujuh lampion untuk diterbangkan :p. Saya sangat bersemangat terutama ketika lampion pertama berhasil kami terbangkan. Langit malam itu sungguh luar biasa indah. Dari semula ratusan lampion hingga ribuan lampion menghiasi langit malam itu.


Mungkin sedikit lebay, namun melihat langit malam itu membuat saya menitikkan air mata. No words can describe how it feels. Ditambah dengan pesan di hari suci ini dimana sebagai umat manusia kita harus saling menaruh cinta kasih dan tidak tidak berbuat jahat kepada sesama. Hal ini memang kontras dengan kondisi dunia saat ini dimana orang saling menjatuhkan untuk dapat bertahan tanpa peduli dengan sesama. Perang dan senjata yang kian marak dan menyisakan derita bagi mereka yang tidak memiliki kepentingan di dalamnya.


Saya percaya suatu saat rasa damai yang saya rasakan saat mengikuti ritual ini bisa terwujud tidak hanya di hari peringatan Waisak berikutnya, namun juga di setiap saat dan dimanapun juga di seluruh dunia. And we can start it from ourselves.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: