Resensi Buku “O” oleh Eka Kurniawan

FullSizeRender copy.jpg

“Kau tahu kenapa ayahmu almarhum memberimu nama yang lucu itu? Nama yang pendek? Hanya satu huruf?” tanya ibunya. Si gadis menggeleng. “Itu untuk mengingatkan betapa hidup ini tak lebih dari satu lingkaran.

Yang lahir akan mati. Yang terbit di timur akan tenggelam di barat, dan muncul lagi di timur. Yang sedih akan bahagia, dan yang bahagia suatu hari akan bertemu sesuatu yang sedih, sebelum kembali bahagia. Dunia itu berputar, semesta ini bulat. Seperti namamu, O.”  (Hal. 418)

Judul yang sangat irit ini mengundang rasa penasaran saya untuk mengetahui kisah dibaliknya. Novel O berkisah tentang seekor monyet bernama O yang terobsesi ingin menjadi kekasih seorang Pangeran Dangdut. Setidaknya itu ulasan singkat yang saya baca di sampul belakang buku ini. Namun, setelah membaca novel O, kisah yang diceritakan tidak sesimpel itu. Novel O menghadirkan banyak tokoh dengan cerita yang sangat kompleks.

Bermula dari kisah O yang kala itu tinggal di sebuah hutan di Rawa Kalong. O memiliki kekasih bernama Entang Kosasih yang memiliki keinginan untuk menjadi manusia. Entang Kosasih terinspirasi dari dongeng Armo Gundul yang kerap diceriterakan oleh monyet-monyet tua. Armo Gundul merupakan salah satu monyet yang berhasil menjadi manusia. Karena obsesinya untuk menjadi manusia inilah, yang akhirnya membuat O gusar. Pasalnya rencana pernikahan mereka di bulan kesepuluh yang telah mereka sepakati akan gagal apabila Entang Kosasih menjadi manusia.

Novel O tidak hanya menceritakan tentang kehidupan O dan para monyet di Rawa Kalong, namun juga Kirik si anjing kecil yang menjadi sahabat O, si Manikmaya tikus peramal masa depan, juga si Beo yang akhirnya menemukan tujuan hidupnya. Sekilas novel O nampak seperti fabel yang berkisah tentang dunia kehidupan binatang. Meskipun demikian, novel O juga berkisah tentang kehidupan manusia, serta interaksi diantara keduanya.

Petualangan O bermula saat dia mengetahui kekasihnya Entang Kosasih menghilang setelah ditembak mati oleh peluru Sobar, polisi yang tengah bertugas patroli di Rawa Kalong, tepat di batok kepalanya. Jasat Entang Kosasih pun tidak ditemukan ditempat dimana ia jatuh dari pohon. O meyakini Entang Kosasih telah menjelma menjadi manusia dalam diri si Kaisar Dangdut. Demi mengikuti jejak Entang Kosasih agar dapat bersatu kembali dengan kekasihnya, O belajar menjadi manusia dengan bergabung bersama sebuah sirkus topeng monyet jalanan milik Betalumur, pawangnya. O belajar menghayati hidup manusia melalui beragam perannya sebagai topeng monyet. Di sinipulalah awal perjumpaan O dengan Kirik, anjing kecil sahabatnya dan juga si Beo.

Novel O menggambarkan bagaimana binatang ingin menjadi manusia, dan malah terkadang manusia ingin menjadi binatang melalui perangainya yang seperti binatang. Novel O menjawab pertanyaan apa sejatinya arti sebuah hidup sebagai manusia, dan novel ini menjawab dari berbagai sudut pandang tak hanya dari sisi manusia namun juga dari sisi binatang. Yang menarik dari kisah yang diungkapkan Eka Kurniawan dalam novel ini adalah dalam menjalani hidup baik sebagai manusia maupun binatang tidak terlepas dari yang namanya cinta. Cinta mampu menggerakkan setiap insan untuk melakukan sesuatu, entah itu perkara baik maupun buruk.

Meskipun demikian, Eka Kurniawan menggambarkan sudut pandang kehidupan manusia yang pahit    dan menyedihkan. Hidup sejatinya adalah upaya untuk bertahan, entah itu dengan pilihan bergumul dengan kejahatan ataupun dengan melawannya. Cinta yang menjadi anugerah hidup terkadang tidak dirasa sebagai sesuatu yang manis, melainkan juga banyak kepahitan dalam prosesnya.

Eka Kurniawan menggambarkan kisah dalam novel O melalui multi-plot yang lincah. Alur berpindah dari satu plot ke plot selanjutnya dalam durasi yang singkat, serta dengan alur maju dan kemudian berbalik ke belakang. Setiap adegan membuat saya menerka-nerka antara kaitan adegan satu dengan adegan yang lain. Alur ini memang yang menjadi salah satu ciri khas Eka Kurniawan di setiap novelnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: