Menuju Jogja Heritage City

Tahun 2014 silam saya bepergian ke Jepang dan menaruh Kyoto sebagai tujuan utama perjalanan. Mengapa? Sebagai bekas ibukota Jepang selama lebih dari 1,000 tahun, Kyoto berkembang menjadi tempat dengan budaya yang tak ternilai dan tradisi yang tetap terjaga selama berabad-abad. Kuil-kuil kuno dan jalanan tradisional yang tenang membuat nuansa Jepang yang masih tradisional sangat terasa. Maka tak heran Kyoto kini menyandang predikat sebagai World Heritage City dari UNESCO.

Well, hal ini sama saya rasakan dengan Yogyakarta. Di beberapa sudut kota Yogyakarta, nuansa bangunan peninggalan sejarah seperti candi, benteng, museum, bangunan peninggalan jaman kolonial masih sangat terasa, seperti kawasan Kotagede, Kotabaru, serta kawasan Malioboro. Istilah heritage sendiri dapat diartikan sebagai warisan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai penting sebagai ciri khas suatu bangsa serta menunjukkan sebuah fakta sejarah. Jadi ini bisa menjawab pertanyaan “kenapa sih barang peninggalan kompeni perlu dilestarikan, kan biar saja digantikan dengan yang baru”.

Dinas Kebudayaan DIY menggelar talkshow heritage yang mengangkat tema “Pelestarian Bangunan Cagar Budaya Peninggalan Masa Kolonial Di Jogja pada hari Selasa lalu di Museum Benteng Vredeburg. Acara yang dihadiri ratusan peserta berkostum masa kolonial ini, membahas seluk beluk mengenai pentingnya pelestarian heritage di Yogyakarta.

Ada tiga hal yang penting terkait upaya pelestarian, yaitu perlindungan, pemanfaatan, dan pengobatan. Dinas Kebudayaan DIY, Bank Indonesia, PT. KAI, dan pengaji pelestari Cagar Budaya DIY juga hadir dan memberikan pembelajaran menarik yang telah dilakukan instansinya terkait upaya pelestarian heritage di Yogyakarta.

Perwakilan Bank Indonesia menyatakan bahwa upaya pelestarian yang telah dilakukan instansinya adalah membuka museum dan cyber library yang didesain sebagai ruang pameran, pertunjukan kesenian, pusat informasi, dan perpustakan digital dengan koleksi mengenai perekonomian dan kebanksentralan. BI lebih mengarah kepada media edukasi bagi anak muda sehubungan dengan sejarah bank setral di masa lalu.

Photo by Frederick R Sembiring

Berbeda dengan pihak BI, PT. KAI melakukan upaya pelestarian yang lebih mengarah pada sektor wisata (Wisata Heritage). Hampir 75% aset PT. KAI merupakan peninggalan kolonial termasuk rel-relnya. Bahkan ada unit heritage yang menangani upaya pelestarian ini. Beberapa lokasi kereta api yang tengah dikembangkan adalah Stasiun Maguwo, dan juga Stasiun Tugu. Aset kereta api di Indonesia adalah yang terbesar kedua setelah India di dunia. 

Photo by Frederick R Sembiring

Dalam pelestarian, upaya alih fungsi, rekonstruksi, dan pemindahan diatur dalam UU No. 11 tahun 2010. “Untuk pemindahan situs cagar budaya sangat tidak diharapkan, namun untuk alih fungsi dan rekonstruksi diperbolehkan asal tidak mengubah nilai-nilai yang ada serta masih dalam koridor pemanfaatan,” kata perwakilan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY. 

Yogyakarta kini tengah diajukan ke UNESCO sebagai World Heritage City atau Kota Warisan Budaya Dunia,seperti Kyoto di Jepang. Di Yogyakarta terdapat ratusan bangunan cagar budaya dimana 141 telah ditetapkan. Dari 141, 32 merupakan bangunan tradisional dan 109 bangunan kolonial. Dan dalam upaya membangun awareness masyarakat akan upaya ini, pemerintah daerah DIY rutin menggelar sejumlah event budaya salah satunya adalah event Festival Bregada Rakyat yang akan digelar 30 Oktober 2016 di Halaman Masjid Agung Bantul.

Sebagai kota budaya, Yogyakarta memiliki budaya yang sangat kental, dan hal ini menjadi daya tarik pariwisata ke Indonesia. Yuk kita dukung Yogyakarta menjadi World Heritage City, karena tidak hanya tujuan prestisius semata namun dengan predikat warisan budaya dunia, kepedulian dunia terhadap eksistensi Yogyakarta pun akan semakin meningkat.

Advertisements

2 responses

  1. gegara ikur talk show ini aku jadi kembali jatuh cinta pada Jogja, suerr

    1. Oya ikut juga ya mbak… Salam kenal yah…. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: